Material Management
September 13, 2009 at 1:46 pm Leave a comment
From Wikipedia, the free encyclopedia
Materials management is the branch of logistics that deals with the tangible components of a supply chain. Specifically, this covers the acquisition of spare parts and replacements, quality control of purchasing and ordering such parts, and the standards involved in ordering, shipping, and warehousing the said parts.
MM-Materials Management
Fungsi utama dari modul MM adalah untuk membantumanajemen dalam aktivitas sehari-hari dalam tipebisnis apapun yang memerlukan konsumsi material.
Tahapan yang perlu dikelola dalam pengelolaan material adalah sbb:
• Pembuatan Master Barang
• Perencanaan Kebutuhan Material proyek
• Material Schedule
• Analisa Harga dan Pemilihan Pemasok
• Purchase Order
• Penerimaan Barang
• Pemakaian Barang
• Monitoring Stok
• Evaluasi Pemakaian Bahan
• Penentuan PFC (Projected Final Cost)
• Pengelolaan Sisa Material
Dengan melakukan tahapan tersebut diatas, akan didapat hasil yang optimal dalam pegelolaan material proyek.
Apa itu SAP MM?
Material Management (MM) modul merupakan modul yang sangat terintegrasi dengam modul lain dari SAP Sistem. MM Modul Mendukung semua tahapan pengelolaan bahan baku dari bahan-bahan perencanaan dan kontrol, pembelian, penerimaan barang, inventarisasi pengelolaan dan yang terakhir adalah pembayaran kepada penjual menggunakan faktur verifikasi modul.
Modul ini sangat terkait pada modul PP, SD dan FICO. Dapat dikatakan modul lain agar terintegrasi dengan sempurna maka modul MM ini harus dimaintance.
Yang penting dari modul ini adalah :
1. Bagaimana membuat Purchase Requition
2. Bagaimana membuat Purchase Order
3. Bagaimana melakukan penerimaan barang
4. Bagaimana melakukan verifikasi terhadap tagihan dari supplier
5. Bagaimana mengelola inventori.
6. Dan yang sangat beririsan dengan modul PP, yaitu bagaimana membuat perencanaan prroduksi (MPS) dan bagaimana membuat perencanaan order material (MRP)
Agar Modul ini bekerja dengan baik, maka master-masternya harus dikelola dengan baik, antara lain :
1. Material master
2. Master Vendor
3. Master Price (Purchase info Record)
4. Source List
5. Quota Arangement
6. Storage Location
7. dll
Fungsi Fungsi didalam Material Management:
Selain fungsi fungsi yang berhubungan transaksi pembelian dan penjualan, ada beberapa fungsi yang berguna untuk transaksi material, diantaranya adalah:
1. Physical Inventory, Digunakan untuk melakukan adjustment untuk menyesuaikan stok di system dengan actual, ada yang menyebut dengan stok opname, cycle count, dll.
2. Production / Assembly, Digunakan untuk melakukan transaksi produksi material material yang digunakan dalam produksi dan menghasilkan Finish Good.
3. Inventory Valuation, Digunakan untuk mengevaluasi value / nilai kekayaan material yang ada di warehouse tertentu atau lokasi tertentu.
4. Inventory Move, Digunakan untuk melakukan transaksi antar warehouse.
5. Replenishment, Digunakan untuk melakukan Action berupa Request, atau Purchase Order, ketika stok mencapai Minimum stok, atau dibawah maksimum stok. Sangat berguna untuk menjaga stok selalu pada level aman.
Laporan laporan Material Management
Disamping laporan laporan yang bisa anda buat sendiri, ada beberapa laporan yang sudah tersedia untuk material management, diantaranya adalah:
1. Transaction Detail
2. Product Transaction Value
3. Product Transaction Summary
4. Replenish Report
5. Product Costing Report
6. Vendor Selection
7. dll
Aspek Manajemen material meliputi Produk Dan Daftar Harga, serta hal hal yang berhubungan dengannya.
Aspek Manajemen Material lainnya adalah :
• Warehouse
• Shipments (receipts)
• Inventory Movements
• Physical Inventory
• Production
• Customer Shipment
• Replenishment (Demand)
• Available to Promise
• Valuation Costing Material Management
Entry filed under: Kuliah ERP. Tags: .
Subscribe to the comments via RSS Feed